Penting Tanpa Eden Hazard, Chelsea Dapat Apa?

Judul diatas jadinya narasi nan sering diungkapan oleh khalayak ramai. Apalagi sehabis sang pemain resmi jadinya bab dari skuad Real Madrid sebagai ekspresi dominan depan. Muncul sebuah pertanyaan besar mengenai menyerupai apa Chelsea tanpa adanya sosok sang gelandang serang asal Belgia ini, mengingat selamaitu Hazard merupakan andalan didalem membangun serangan. Musimitu saja, ia jadinya pencetak gol terbanyak di liga dengan torehan 16 gol, jauh meninggalkan Pedro dengan 8 golnya nan merupakan pencetak gol terbanyak kedua.Tanpa Eden Hazard, Chelsea Dapat Apa?

Musim 2019/20 tampaknya mau jadinya ekspresi dominan nan sulit sebagai Chelsea. Kehilangan Hazard bukan sebuah-satunya problem nan kini tengah dihadapi. Ada sebagian hal krusial nan bisa membikin Chelsea kesulitan bahkan sebagai bersaing di top four sekalipun. Berikut ialah ulasannya :

Saatitu Chelsea tengah mendapat eksekusi berupa larangan transfer pemain selama sebuah tahun, nan artinya disana belombisa mendatangkan pemain di jendela transfer ekspresi dominan panasitu juga di ekspresi dominan cuek di Januari 2020. Sebuah kerugian besar sebagai Chelsea, apalagi sehabis kepergian Hazard, otomatis disana belombisa segera sebagai mendapat sosok pengganti nan sepadan. Untuk ketika ini, di skuat Chelsea belomada pemain nan bertipikal menyerupai Hazard nan bisa membangun serangan juga mencetak gol kala dibutuhkan. Jika Chelsea kembali gagal didalem mengerjakan banding atas eksekusi nan diterima, disana tetap belombisa mendatangkan pemain baru, juga halitu bisa membikin disana bahkan terbuang dari persaingan dipapan atas Premier League ekspresi dominan depan.

Baca : Berikut Bakat Muda Itu Berjulukan Kai Havertz Musim 2020

Sepeninggalan Diego Costa nan hijrah ke Atletico Madrid, hingga saatitu Chelsea belum mempunyai sosok penyerang nan jitu. Morata nan diproyeksikan jadinya penyerang utama gagal mengambarkan kemampuan terbaiknya. Musimitu para penyerang the blues tampil belommemenuhi ekspektasi, walaupun Olivier Giroud sukses jadinya pencetak gol terbanyak di ajang Europa League, tetapi hal itu bukan merupakan jaminan sebagai kedepannya biar sanggup bersaing di liga domestik.

Beruntung Chelsea kedatangan pemain nan gres kembali dari masa peminjaman, Tammy Abraham juga Michy Batshuayi. Abraham nan dipinjamkan ke Aston Villa tampil begitu benar sepanjang ekspresi dominan ini. Ia meringankan timnya promosi ke kasta tertinggi juga jadinya pencetak gol terbanyak sebagai klubnya dengan torehan 26 gol, juga jadinya nan terbanyak kedua di Championship sehabis Teemu Pukki dari Norwich City.

Bathsuayi awal musimitu dipinjamkan ke klub La Liga, Valencia. Setelah setengah ekspresi dominan juga hanya bisa mencetak 2 gol, ia dipanggil kembali. Ada spekulasi bahwa ia mau menggantikan posisi Morata, tetapi kesudahannya kembali di pinjamkan ke Crystal Palace, disana ia mencatatkan 5 gol dari 11 penampilan.

Mereka bisa jadinya opsi sebagai lini depan Chelsea ekspresi dominan depan. Mengingat disana sebelumnya belommendapatkan kesempatan bermain di tim utama juga dengan eksekusi larangan transfer ini, kini rasanya ialah waktu nan tepat sebagai disana sebagai diberikan kesempatan juga membayar mahal kepercayaan itu.

Jika Hukuman Larangan Transfer terus berlaku, halitu juga mau berdampak sebagai Chelsea. Ya, disaat Chelsea belomdapat berbuat apapun sebagai memperbaiki skuatnya, tim lain sedang berbenah juga semakin memperdidalem kekuatan timnya. Tim-tim papan atas menyerupai Tottenham, Arsenal, juga Manchester United bisa sesuka hati merubah dosis pemainnya sesuai dengan kebutuhan nan artinya disana jadi semakin tangguh. Tinggal bagaimana pemilihan seni administrasi dari masing-masing manajer tim.

Baca Juga : Aleksandar Rakic, Dan Animo Perdana Yang Tepat Di Liga Indonesia

Chelsea bukannya tanpa pemain baru, banyak pemain potensial nan kembali dari masa peminjaman diperlukan sanggup memperkuat disebagian sektor permainan, Mason Mount, Reece James, Tiemoue Bakayoko juga masih banyak lagi bisa jadinya opsional sebagai manajer Chelsea selanjutnya. Tapi kembali lagi, manajer belomdapat menentukan sesuka hati siapa nan ingin didatangkan menurut bagan nan dibentuk.

Musim depan jadi tantangan besar sebagai Chelsea. Ambisi disana nan selalu ingin berada dipapan atas klasemen musti terbentur dengan problem nan kini sedang dihadapi. Siapapun manajernya, terang jadinya pekerjaan nan belommudah.

Source : whoscored.com

Rumah2019 Blog © 2019 Frontier Theme
shares