My Football Diary : “Geliat” Sepakbola Korea Selatan

Daehan Minguk ataupun Korea Selatan, negara nan juga disebut negeri ginseng, merupakan tidak benar sebuah negara Asia Timur nan punya kaitan sejarah akrab dengan Tiongkok juga juga punya dongeng nan berliku dengan Korea Utara. Sejatinya Korea Utara dengan Korea Selatan yaitu sebuah negara utuh semenjak zaman dinasti Goguryeo (Kerajaan awal nan menguasai Korea) hingga dinasti Joseon (Kerajaan terakhir di Korea nan hancur oleh penjajahan Jepang ketika perang dunia ke-2).

10 smart insurance resolutions for 2017

K-Pop juga K-drama

Korea Selatan, negara nan dikenal dengan K-Pop juga K-dramanya, sanggup dikatakan, negeri ginseng itu telah “menjajah” dunia dengan K-Pop juga K-dramanya, industri musik juga seni tugas di Korea Selatan benar-benar dikelola dengan baik karenanya Korea Selatan karenanya “role model” sebagai banyak musisi juga sutradara dunia.

Korea Selatan memang sukses karenanya kekuatan Asia.

Korea Selatan memang sukses karenanya kekuatan Asia. kami sanggup lihat perkembangan Korea Selatan dari waktu ke waktu, diberbagai bidang disana karenanya raksasa nan bersaing dengan Eropa juga Amerika, dibidang teknologi misalnya diindustri smartphone disana dengan Samsung-nya karenanya rival terberat sebagai Amerika dengan Apple-nya.

Saat perhatian dunia lebih sering melihat Korea Selatan, K-pop, K-drama dan Samsung nya, dengan ”operasi senyap” dari KFA (Korean Football Association) sepakbola Korea Selatan karenanya kekuatan besar lengan berkuasa nan diakui dunia.

K-League

KFA dengan K-League nya telah banyak melahirkan bakat sepakbola nan diakui dunia. Kenapa sanggup dibilang begitu?mari kami lihat banyak pemain asal Korea Selatan nan bermain di klub besar eropa, tersedia Son Heung Min di Tottenham Hotspurs, Ki Seung Yueng di Newcastle United, Ryu Seung Woo di Bayer Leverkusen, juga masih banyak pemain Korea Selatan lainnya.

Mungkin kini Son Heung-Min jadinya idola gres bukan hanya di Korea Selatan tapi rampung karenanya idola juga pujian Asia. Sempat menurun performanya di ekspresi dominan perdana bersama Tottenham Hortspurs, statistik pemain berumur 24 tahun ini perlahan bangkit. Di ekspresi dominan perdananya di Premier League dari 28 tabrak yang dimainkan, Son total hanya mencetak 4 gol juga 1 umpan gol. Kenaikan performa sangat melonjak di ekspresi dominan keduanya di Premier League.

Tottenham

Pemain pemilik nomor 7 di Tottenhamitu telah mencetak 6 gol juga 3 assist dari 17 tabrak nan dimainkan. Tak heran memang apabila Son, begitulah nickname di jerseynya karenanya pemain termahal Asia juga pemain dengan nilai transfer paling tinggi di Spurs dengan nilai 30 juta pounds ataupun setara 480 miliar rupiah.

The worse your credit, “the higher the risk your insurer sees you as,” Wolfe says.

Korea Selatan

Prestasi individu pemain Korea Selatan apabila kami ungkap disitu begitu banyak, saya kira prestasi langsung itu sanggup karenanya Indikator keberhasilan pengolaan sepakbola di Korea Selatan, KFA patut mendapat kredit tinggi sebagai itu, apalagi hampir semua pemain Korea Selatan nan kini bermain di klub Eropa mengawali karirnya di liga lokal, ibarat contoh; Park Chu Young. Ia mengawali karirnya dari FC Seoul di tahun 2005. K-league Classic liga teratas di Korea Selatan, liga pro nan diikuti “hanya” 12 klub, klub-klub ibarat FC Seoul, Pohang Steelers, Jeonbuk motors juga Suwon Bluewings niscaya tak abnormal sebagai penikmat sepakbola di Indonesia.

Berbitutor level klub sanggup saja sebagai “Manajer klub dunia maya” nan menangani klub Asia di game Football Manager sanggup saja nama klub di atas yaitu raksasa nan sulit dikalahkan ketika bertemu di level “Liga Champions Asia”.

The Taeguk Warriors

Tak lengkap rasanya kalau kami tak berbitutor sejarah sepakbola Korea Selatan. Di masa 80'an tersedia nama besar ibarat Cha Bum Kun yang Berjaya di Eropa bersama Eintracht Frankfurt juga memenangi Piala UEFA edisi 1979-1980. Keikutsertaan Korea Selatan di Piala Dunia jadinya pembuktiaan kualitas dari sepakbola The Taeguk Warriors (julukan Timnas Korea Selatan).



Menunggu...


Piala Dunia

Find out the real price of life insurance

Sudah 9 kali tampil di Piala Dunia pertama kali di tahun 1954 juga karenanya “The big four” di edisi Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang, ketika itu timnas Korea Selatan di huni nama besar ibarat Park Ji-sung dan dilatih oleh Guus Hiddink.

Sepakbola Korea Selatan

Peningkatan demi peningkatan terus dicapai Sepakbola Korea Selatan, memang pada kualifikasi Piala Asia U-19 kemudian Indonesia berhasil “menaklukan” sang ksatria taeguk di stadion Gelora Bung Karno dengan skor 3-2 juga lolos ke babak selanjutnya, tetapi timnas U-19 nan ber-nahkoda-kan Indra Sjafri gagal masuk putaran final Piala Asia U-19 padahal ketika itu banyak keinginan besar kepada Timnas U-19 masa Indra Sjafri sebagai sanggup lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru.

Sepakbola bukan olahraga nan karenanya favorit di Korea Selatan. Baseball karenanya olahraga favorit disana, ketidakpopuleran sepakbola di Korea Selatan berhasil diolah dengan benar oleh KFA dengan SDM nan tipis tapi sanggup menghasilkan pemain kualitas dunia dengan banyaknya pemain berkualitas mau berdampak anggun untuk timnas.

Kinerja KFA

Kinerja KFA patut karenanya “role model” sebagai PSSI didalem pelatihan usia muda, kepopuleran sepakbola di Indonesia yaitu modal besar yang musti diolah dengan benar tidak benar-salah malah karenanya sia-sia banyak bakat sepakbola anak negeri nan terabaikan, juga timnas lah nan mau merugi besar atas itu.

PSSI

Sepakbola Korea Selatan tak banyak dikenal juga tak terlalu karenanya perhatian, tapi punya prestasi sangat benar.